Drop Out, Orang-Orang Ini Malah Menjadi Kaya

Orangtua kita sering berkata, “Jika Ingin Menjadi ‘Orang’, salah satunya adalah dengan kuliah.” Ya, memang, anggapan ini benar, namun tidak 100% benar. Bangku kuliah adalah iklim intelegensia yang akan membuat seseorang berpikir secara bijak dan tepat dalam mengambil keputusan. Tak jarang pula orang yang terus menerus kuliah agar dapat meraih gelar doktor dan mendapat posisi dalan pekerjaan yang strategis. Namun, anggapan bahwa bangku kuliah adalah satu satunya tangga mencapai kekayaan ditampik oleh para milarder di bawah ini. Siapakah mereka? Yuk kita bahas para miliarder dunia yang drop out dari bangku kuliah.

 

  1. Mark Zukerberg

 

Tentu, Anda sudah sering sekali mendengar nama ini. Ya, dialah orang yang membuat aplikasi yang pastinya Anda miliki, bahkan sedang Anda akses. Facebook merupakan aplikasi sosial media yang membuat Mark menjadi milarder dalam usia muda. Facesmash, program yang dibuatnya kala ia masih bagian dari almamater Harvard adalah cikal bakal dari Facebook. Mark drop out dari Universitas Harvard karena fokus mengembangkan Facebook. Bila Mark tidak drop out dari almamaternya, Anda mungkin masih mengandalkan Friendster sebagai sosial media utama Anda.

 

  1. Michael Dell

 

Apakah Anda pernah mendengar nama ini? Coba cek merek laptop Anda. Wah, ada nama belakang orang ini di laptop Anda? Ya, memang dialah yang merintis perusahaan elektronik raksasa, Dell. Michael Dell drop out dari Universitas Texas, Austin, dalam bidang ilmu kedokteran. Saat masih menjadi mahasiswa Kedokteran, Dell menyediakan jasa upgrade personal computer (PC). Setelah drop out, Dell lalu mencetuskan ide bahwa ia bisa memangkas biaya pembuatan komputer pribadi. Kemudian ia mendirikan PC’s Limited, yang merupakan cikal bakal perusahaan Dell.

  1. Eike Batista

Drop out dari Universitas Aachen, Jerman, tak membuat Batista patah arang dan menjadi orang gagal. Eike Batista memiliki perhatian besar terhadap perniagaan emas dan berlian kala melihat perdagangam tersebut saat ikut orangtuanya ke Brasil. Lalu, ia mendirikan sendiri usahanya dan berbisnis di Brasil dan beberapa negara di Eropa. Perjuangan gigih yang diperlihatkannya bukan tanpa hasil. Terbukti, perusahaan emas dan berliannya membuat Batista menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan jumlah kekayaan sebanyak Rp 102,65 Miliar.

  1. Steve Jobs

Ada yang memakai smartphone Apple di sini? Atau memiliki Mac Book? Atau pula ada yang pernah menonton film animasi Toy Story? Kalau begitu Anda perlu berterima kasih kala Steve Jobs dikeluarkan dari Reed College. Karena jika tidak, tak ayal Anda tak dapat menikmati gadget buatannya yang mungkin sedang Anda gunakan untuk membaca artikel ini. Steve drop out karena keterbatasan biaya. Namun, Steve tidak patah arang ketika masalah klasik, yaitu biaya menghambatnya. Buktinya Steve berhasil mengembangkan Apple inc, perusahaan elektronik dunia.

  1. Bill Gates

Anda pasti sudah akrab dengan nama ini. Ya, Bill Gates adalah salah satu miluner yang drop out dari Universitas Harvard karena lebih memilih mengembangkan Microsoft. Gates dianggap sebagai drop out terbaik dari Universitas Harvard karena kesuksesannya sekarang ini. Jika Gates tidak drop out dari Harvard, mungkin Anda tak akan mudah dalam mengakses komputer Anda semudah menggunakan Windows.

  1. Amancio Ortega

Zara, bagi anak muda dan sosialita negeri ini tentu tidak hits bila belum memakai produk fashion dari Zara. Adalah Amancio Ortega, orang yang ada di balik nama beken Zara. Tidak seperti nama-nama di atas yang drop out dari almamaternya masing-masing, Ortega bahkan dikabarkan tidak menempuh pendidikan formal sama sekali. Ortega pada umur 14 tahun telah bekerja di pabrik pakaian, kemudian di usia 36 dia mendirikan perusahaan yang membuat jubah mandi yang ia namakan Confecciones Goa. Selang dua tahun kemudian, barulah ia merintis perusahaan fashion dunia saat ini, yaitu Zara.

Itulah enam orang kaya di dunia yang drop out dari almamater atau bahkan tidak sempat mencicipi bangku pendidikan forma sama sekali yang telah menjadi para pengusaha sukses. Tentu, pundi-pundi emas tersebut tidak datang dari langit begitu saja, namun terdapat komitmen dan kerja keras untuk mengembangkan perusahaan dan menjadi perusahaan yang kita kenal baik dewasa ini. Salah satu aset yang mereka miliki adalah cara berpikir seperti seorang miliuner. Kami pun telah menghimpun cara berpikir para miliuner di artikel sebelumnya. Ingin mengikuti jejak Amancio Ortega atau Bill Gates? Yuk baca artikel berikutnya tentang pelajari cara cepat kaya raya dari penghasilan tambahan dengan berinvestasi